Adat Grompol yang Masih Trend di Plakaran

Saat warga tahlil bersama
Kelompok Grompol Dusun Benjaran sedang menikmati hidangan

Mungkin sebagian besar orang perkotaan akan kebingungan dengan istilah ini atau bahkan masyarakat di desapun ada yang tidak familiar dengan istilah GROMPOL ini. kebetulan sekali Admin merupakan warga masyarakat Dusun Benjaran yang ikut pula tergabung dalam salah satu kelompok Grompol ini. Istilah Grompol berasal dari bahasa jawa yang artinya mengumpulkan. Rabu, 24/10 setelah ashar diadakan kegiatan Grompol di Dusun Benjaran dengan jumlah peserta 40-50 orang yang merupakan anggota jamiyahan pada kelompok tersebut. Acara diisi dengan mengadakan tahlil bersama kemudian disuguhi oleh pemilik hajat dan dibekali dengan oleh-oleh berkat

Grompol ini adalah acara yang diselenggarakan oleh sekelompok jamiyahan dan diadakan pada saat salah satu anggota jamiyahan tersebut akan mengadakan Hajatan seperti : pernikahan, khitanan atau membangun rumah. Dikumpulkannya warga ini dalam Grompol untuk mendapatkan bantuan/ titipan dari sesama anggotanya, jumlah yang dikeluarkan setiap anggota adalah sebesar minimal 50.000 rupiah. Grompol ini bisa diartikan dengan tabungan yang pada saatnya nanti anggota tersebut membutuhkan juga akan mendapatkan kembali uang yang sudah dititipkan pada  anggota lain.

“Kegiatan ini sangat positif dan membantu” ujar salah seorang warga. Karena seperti yang kita tahu bersama kegiatan hajatan membutuhkan dana yang tidak sedikit, dengan adanya Grompol ini sangat membantu secara materi. Setiap kali pertemuan Grompol ini dapat terkumpul uang kisaran 5 juta s/d 10 juta. Dengan nominal yang tidak sedikit itulah Grompol ini berjalan selama puluhan tahun di Desa Plakaran karena selain mempererta tali silaturahmi juga sebagai kegiatan sosial yang bagus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *